Muhamad Yusril: Pemuda Harus Jadi Penjaga Kondusivitas di Tengah Dinamika Hukum

BOGOR – Ketua PK KNPI Kecamatan Ciawi, Muhamad Yusril, S.I.Kom, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda, untuk menjaga suasana Kabupaten Bogor tetap kondusif di tengah dinamika proses hukum yang tengah berlangsung.

Yusril mengatakan, situasi tersebut perlu dihadapi dengan kepala dingin. Menurutnya, masyarakat tidak perlu terjebak dalam spekulasi ataupun informasi yang belum memiliki kejelasan sumber dan kebenaran.

“Di tengah dinamika seperti ini, yang kita butuhkan adalah ketenangan dan kedewasaan dalam menyikapi setiap informasi. Jangan sampai ruang publik dipenuhi spekulasi yang justru membuat masyarakat resah,” kata Yusril, Rabu (2/9/2026).

Ia menilai pemuda memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas ruang publik. Perkembangan media sosial yang begitu cepat, kata dia, membuat setiap orang memiliki kemampuan untuk menyebarkan informasi. Karena itu, diperlukan tanggung jawab agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan keresahan.

Yusril juga mengingatkan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ia meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan sebelum seluruh proses dan fakta hukum memperoleh kejelasan.

“Kita hormati proses hukum yang sedang berjalan. Asas praduga tak bersalah harus tetap menjadi prinsip bersama. Penegak hukum memiliki mekanisme dan kewenangan sendiri dalam menangani setiap perkara,” ujarnya.

Menurut Yusril, dinamika hukum dan pemerintahan merupakan dua hal yang harus ditempatkan secara proporsional. Di satu sisi, proses hukum harus dihormati, sementara di sisi lain kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik dan pembangunan tetap harus menjadi perhatian.

“Pemerintahan harus tetap bekerja, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan, dan pembangunan tidak boleh kehilangan arah. Masyarakat juga harus tetap mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya,” katanya.

Ia menegaskan, menjaga kondusivitas bukan berarti menutup ruang kritik. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi selama disampaikan secara objektif, konstruktif dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Berbeda pendapat itu hal yang wajar. Kritik juga bagian dari demokrasi. Tetapi mari kita bedakan antara kritik dengan provokasi, antara informasi dengan spekulasi, dan antara fakta dengan opini,” tutur Yusril.

Karena itu, Yusril mengajak organisasi kepemudaan dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bogor untuk menjadi bagian dari upaya menjaga suasana daerah tetap tenang.

Ia berharap para pemuda dapat menggunakan ruang digital secara bijak dengan menyebarkan informasi yang faktual, edukatif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jangan sampai kita ikut memperkeruh keadaan. Pemuda harus menjadi kelompok yang mampu mendinginkan suasana, menjaga komunikasi tetap sehat dan memastikan masyarakat tidak terpecah oleh informasi yang belum tentu benar,” ucapnya.

Yusril menambahkan, Kabupaten Bogor memiliki agenda pembangunan dan berbagai persoalan masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama. Karena itu, energi publik sebaiknya tetap diarahkan pada hal-hal yang produktif.

“Pada akhirnya, yang harus kita jaga adalah kepentingan masyarakat Kabupaten Bogor. Mari kita hormati proses hukum, tetap kritis, tetap objektif, dan pada saat yang sama memastikan kehidupan sosial, pelayanan publik serta pembangunan daerah tetap berjalan,” pungkasnya. MON***