CIBINONG – Forum Koordinasi Pengelolaan Sub-Das Cisadane Hulu (FKPCH) dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum-Ciliwung, berkolaborasi melakukan aksi nyata pelestarian alam dengan membagi-bagikan pohon secara gratis kepada masyarakat pada kegiatan Car Free Day atau CFD Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (16/8/2026) lalu.
Tim Teknis FKPCH, Rameni mengatakan, kegiatan pembagian pohon pada masyarakat ini merupakan aksi nyata pelestarian dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.Selain itu merupakan bagian dari program Gratis Pohonnya Banyak Manfaatnya dan Berbagi Pohon Berbagi Kehidupan.
“Sebanyak 300 bibit pohon berkualitas yang diproduksi di Balai Persemaian Rumpin diberikan secara gratis kepada masyarakat dalam kegiatan CFD Jalan Tegar Beriman. Adapun jenis bibit pohon yang dibagikan antara lain, pohom duren musangking, Ketapang, alpukat, jeruk nipis, pinang, jambu biji, kelor dan jeruk limo,” ujarnya.
“FKPCH tentunya selalu mencatat secara sistem, pemberian pohon tersebut. Hal ini bertujuan bahwa setiap individu tidak hanya sampai menanam tapi juga merawat dan melestarikan,” Tim Teknis FKPCH menambahkan.
Rameni menjelaskan, aksi pelestarian alam juga merupakan amanah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pengembangan Sistem Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup (PJLH). Dimana FKPCH telah menjalankannya di dua kecamatan di di Kabupaten Bogor.
“Di dua wilayah ini FKPCH memiliki empat kelompok binaan yang berjumlah kurang lebih 60 petani dengan luas area tanam sekitar 30 hektar yang merupakan tanah milik,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakan Rameni, Ini juga menjadi bagian dari sinkronisasi rencana aksi Pemkab Bogor serta Kompensasi/Imbal Jasa Lingkungan Hidup atau KIJLH dengan kota penyangga seperti DKI Jakarta.
Kemudian sumbangsih dari LSM Rekonvasi Bhumi, SNV, BPDAS Citarum-Ciliwung, serta unsur lainnya dalam mendampingi FKPCH sehingga dapat melaksanakan amanah peraturan tersebut.
“Melestarikan alam merupakan tanggungjawab bersama bukan hanya tanggung jawab salah satu instansi atau kelompok saja. FKPC merupakan wadah yang dibentuk dan bekerja atas prinsip kebersamaan dan keberlanjutan yang beranggotakan dari berbagai multistakeholder pemerintah, swasta, LSM, mahasiswa, dan lainnya,” ucap dia.
Rameni menambahkan, FKPCH melihat bahwa alam adalah satu domain terpenting dalam menjaga keseimbangan dan keberlanjutan kehidupan, yang mana terdapat matra utama dalam pelaksanaan kegiatan forum.
Di antaranya, mengkaji daerah rawan bencana, mensosialisasikan kepada petani pemilik lahan, membantu memfasilitasi membentuk kelompok tani, memfasilitasi pelaksanaan penanaman tanaman baru, memberikan bimtek merawat tanaman asal dan tanaman baru, menghadirkan kegiatan ekonomi berbasis alam, mensejahterakan anggota, serta memulihkan kelestarian alam.
“Ke depan kami berharap bisa semakin berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dan kami sangat mendukung program Pak Bupati-Wakil Bupati Bogor yang sangat konsisten terhadap kelestarian lingkungan di Kabupaten Bogor,” pungkasnya. MON







