BOGOR – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor kembali menggelar Festival Inovasi Bogor Innovation Award (BIA) 2026 di Science and Techno Park, IPB University, Jalan Taman Kencana, Kecamatan Bogor Tengah.
Mengusung tema “SPARK YOUR IDEA: Innovation and Collaboration Empowering The Future”, helatan tahunan ini akan berlangsung selama dua hari pada 8-9 September 2026.
Sebanyak 122 peserta dari berbagai sekolah, sanggar dan komunitas se-Kota Bogor telah tersaring dan siap tampil di babak final pada hari puncak festival.
Menargetkan 2.500 hingga 3.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan, BIA 2026 turut menyajikan workshop inovasi, talkshow interaktif bersama praktisi hingga hiburan musik. Seluruh rangkaian pameran dan acara dapat dinikmati masyarakat umum secara gratis.
Kepala Bapperida Kota Bogor, Anne Dewiana Rulianti mengatakan, bahwa pentingnya BIA 2026 sebagai instrumen strategis untuk membangun ekosistem inovasi daerah yang semakin inklusif, kolaboratif dan berorientasi pada penyelesaian masalah nyata masyarakat.
Ia menyebut, penyelenggaraan BIA 2026 diarahkan untuk mendorong lahirnya karya-karya inovatif yang selaras dengan upaya pencapaian visi daerah, yakni “Bogor Beres, Bogor Maju”. Visi tersebut mencakup solusi konkret di berbagai bidang vital seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, transportasi, pangan, sosial dan teknologi.
“BIA 2026 bukan sekadar panggung kompetisi tahunan, melainkan pintu masuk utama untuk pembinaan, inkubasi hingga hilirisasi inovasi. Kita ingin memastikan gagasan kreatif yang lahir dari warga, pelajar, akademisi dan ASN tidak berhenti sebagai trofi atau dokumen, tetapi berdampak nyata bagi efisiensi pelayanan dan kemajuan Kota Bogor,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar budaya inovasi menjadi bagian dari keseharian kota.
“Dampak jangka panjang dari festival ini adalah terwujudnya masyarakat Kota Bogor yang lebih kreatif, adaptif, produktif serta berdaya saing tinggi berbasis pengetahuan dan teknologi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa BIA 2026 menjadi wadah kolaborasi multipihak yang menghubungkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas dan masyarakat umum.
Pada penyelenggaraan tahun ini, lanjutnya, ajang BIA berhasil menjaring sebanyak 184 inovasi dari berbagai kategori peserta. Dari total pendaftar tersebut, sebanyak 63 inovasi terpilih dipamerkan secara langsung dalam festival.
“Karya-karya yang ditampilkan mencakup sektor teknologi, pelayanan publik, lingkungan, ekonomi kreatif dan sosial. Kami ingin menunjukkan bahwa Bogor tidak kekurangan ide. Lewat pameran ini, kami berharap lahir kolaborasi nyata. Inovasi yang tadinya hanya prototype bisa diadopsi OPD dan direplikasi untuk melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, target utama pameran ini adalah percepatan hilirisasi. Bapperida membidik minimal 10 inovasi unggulan untuk dijadikan proyek percontohan atau pilot project di perangkat daerah sekaligus memperkuat Indeks Inovasi Daerah Kota Bogor.
Untuk memastikan kualitas dan kepastian implementasinya, masih kata Anne, seluruh gagasan yang masuk telah melalui rangkaian seleksi ketat mulai dari seleksi substansi, validasi lapangan serta presentasi dan wawancara.
“Oleh karena itu, proses BIA 2026 dilengkapi dengan seleksi substansi, validasi lapangan, presentasi dan wawancara untuk memastikan inovasi yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan dampak nyata,” imbuhnya.
Tak hanya menyajikan pameran teknologi dan pelayanan publik, BIA 2026 juga disemarakkan dengan Kompetisi Bakat yang melingkupi lima kategori yakni Fotografi bertema “Bogor Berinovasi”, Menyanyi Solo, Tari Tradisional, Tari Modern dan Cosplay.
“Kota yang maju bukan hanya cerdas secara teknologi, tapi juga kaya budaya dan kreatif. Kompetisi ini adalah panggung bagi anak-anak muda Bogor untuk SPARK YOUR TALENT,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif memanfaatkan momen festival inovasi ini. MON***







