Berita  

Lewat Reses DPRD Dapil III, Masyarakat Ciawi Dambakan Pembangunan SMA Negeri 2

Oplus_131072

CIAWI – Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat mengemuka dalam Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) III Masa Sidang III Tahun 2025–2026 yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Ciawi, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para wakil rakyat. Dari 10 anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil III, tujuh anggota dewan hadir dalam reses, sementara tiga anggota lainnya melaksanakan kegiatan serupa secara mandiri.

Reses dihadiri unsur kecamatan, kepala desa, tokoh masyarakat, KNPI, Karang Taruna, IPSM, serta berbagai elemen masyarakat yang menyampaikan beragam usulan pembangunan di wilayah Ciawi.

Salah satu persoalan yang paling banyak disoroti adalah kemacetan lalu lintas di kawasan Simpang Ciawi. Warga menilai kepadatan kendaraan semakin parah akibat penerapan rekayasa lalu lintas sistem buka-tutup menuju kawasan Puncak yang berdampak pada padatnya jalan-jalan alternatif.

Selain persoalan kemacetan, masyarakat juga mendesak pembangunan SMA Negeri 2 Ciawi. Aspirasi tersebut disampaikan melalui sistem QR Code yang disediakan panitia reses.

Warga menilai daya tampung sekolah menengah atas negeri di Kecamatan Ciawi sudah tidak sebanding dengan jumlah lulusan SMP setiap tahun. Akibatnya, banyak siswa harus bersekolah di luar wilayah atau memilih sekolah swasta dengan biaya yang lebih tinggi.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, H. Wawan Hikal Kurdi, menyatakan akan mengkomunikasikan usulan pembangunan SMA Negeri 2 Ciawi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mengingat kewenangan pembangunan SMA berada di tingkat provinsi.

Sementara itu, Ketua LSM Penjara Kabupaten Bogor, Bangbang Fery, menilai pembangunan SMA Negeri 2 Ciawi sudah menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera direalisasikan.

“Kecamatan Ciawi sangat membutuhkan SMA Negeri 2. Setiap tahun masyarakat selalu mengeluhkan sulitnya anak-anak mereka diterima di sekolah negeri. Persoalan ini terus berulang dan tidak boleh dibiarkan. Kami berharap pemerintah provinsi bersama DPRD segera merealisasikan pembangunan SMA Negeri 2 agar seluruh lulusan SMP memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan negeri tanpa harus terbebani biaya sekolah swasta maupun mencari sekolah ke luar daerah,” tegasnya.

Menurut Bangbang Fery, penambahan fasilitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Ia berharap hasil reses tidak hanya menjadi catatan administrasi, tetapi dapat diwujudkan dalam program pembangunan dan penganggaran di tingkat provinsi.

Selain pembangunan SMA Negeri 2, masyarakat juga berharap aspirasi terkait penanganan kemacetan, peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, serta pemberdayaan pemuda dapat segera ditindaklanjuti sehingga memberikan manfaat nyata bagi warga. ALI