EIGER Nature Diresmikan, Menteri Pariwisata Apresiasi Komitmen Wisata Alam Berkelanjutan

Oplus_131072

MEGAMENDUNG – EIGER meresmikan EIGER Nature di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai destinasi ekowisata yang memadukan petualangan, edukasi, dan pelestarian alam. Mengusung tema “Menjaga dan Merawat Alam, Bergerak Bersama untuk Indonesia”, destinasi ini hadir untuk mempererat hubungan antara alam, budaya, dan manusia.

Peresmian EIGER Nature dihadiri sejumlah pejabat nasional dan daerah, di antaranya Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.

Turut hadir Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Berangkat dari perjalanan hampir empat dekade di dunia petualangan, EIGER meyakini bahwa alam bukan sekadar tempat untuk dijelajahi, tetapi juga bagian dari kehidupan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Founder & Chairman EIGER Group, Ronny Lukito, mengatakan pengembangan EIGER Nature merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi Indonesia, khususnya dalam menjaga kelestarian alam.

“Selama hampir empat dekade, alam Indonesia telah memberikan begitu banyak inspirasi bagi perjalanan EIGER. Melalui EIGER Nature, kami ingin belajar memberikan kembali, dengan menjaga alam, merawat kehidupan, dan mengajak lebih banyak orang untuk menghargai kekayaan yang kita miliki. Sebab, warisan terbaik bukan hanya tempat yang indah untuk dikunjungi, tetapi alam yang tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujar Ronny.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi dedikasi tim EIGER Nature yang selama kurang lebih lima tahun membangun dan mengembangkan destinasi tersebut.

Ia menegaskan, pengembangan pariwisata harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap peraturan, keselamatan wisatawan, dan pelestarian lingkungan.

“Saya berharap EIGER Nature dapat terus menghadirkan pengalaman wisata alam yang berkualitas, aman, dan bertanggung jawab, dengan mengintegrasikan kegiatan petualangan, edukasi lingkungan, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Widiyanti.

Menurutnya, investasi pariwisata berkualitas tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan. Kehadiran EIGER Nature diharapkan dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja sekaligus memperkuat daya saing wisata alam Indonesia.

Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa alam merupakan aset utama sekaligus fondasi pengembangan destinasi tersebut. Karena itu, EIGER Nature tidak hanya mengajak pengunjung menikmati keindahan alam, tetapi juga membangun kesadaran untuk menjaganya.

“Aset utama EIGER Nature adalah alamnya. Kami berharap setiap pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga mengenalnya, jatuh cinta kepadanya, dan pada akhirnya ikut merawatnya. Kami juga berharap apa yang kami bangun di Megamendung ini dapat menjadi berkat bagi alam, budaya, dan manusia yang hidup di atasnya,” ujar Imanuel.

EIGER Nature dijadwalkan mulai membuka kunjungan bagi publik secara bertahap pada 2 November 2026. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan pengalaman petualangan yang bermakna sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap alam, budaya, dan Indonesia. = MON***