Berita  

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Rudy Susmanto Bilang Begini 

Oplus_131072

CISARUA – Sebanyak 103 siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor diduga mengalami keracunan setelah menkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh siswa mendapatkan penanganan medis di RSPG Cisarua.

“Total ada 103 siswa-siswi. Gejala awalnya pusing dan mual. Alhamdulillah, semuanya dalam kondisi baik. Mudah-mudahan dalam satu sampai dua jam ke depan, mereka sudah bisa dipulangkan,” ujar Rudy Susmanto, Bupati Bogor, Rabu (21/10/2026).

Rudy menjelaskan, sejumlah siswa mendapatkan infus untuk mencegah dehidrasi dan memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.

Sebelum dipulangkan, para siswa juga akan dipastikan dalam kondisi stabil. Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan, puskesmas, dan RSUD Cisarua akan melakukan pemantauan langsung ke rumah siswa yang terindikasi mengalami keracunan.

“Kita ingin memastikan siswa-siswi pulang ke rumah masing-masing dalam kondisi sehat, seperti saat mereka berangkat ke sekolah,” ujarnya.

Rudy menegaskan, penyebab dugaan keracunan tersebut belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kalau bicara SPPG, tentu kewenangannya ada di Badan Gizi Nasional (BGN). Kami dari Pemerintah Kabupaten Bogor bertugas memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” jelasnya.

Pihak BGN dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga turut mendampingi para siswa selama menjalani penanganan medis di RSUD Cisarua.

Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar
Selain penanganan medis, Pemkab Bogor akan mengevaluasi kegiatan belajar mengajar di SMPN 2 Cisarua.

Kata dia, rapat bersama Dinas Pendidikan akan segera dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan meliburkan kegiatan sekolah. Namun, saat ini pemerintah masih memprioritaskan pemulihan kondisi seluruh siswa.

“Fokus awal kami adalah menangani siswa-siswinya. Setelah semuanya dipastikan sehat dan tidak ada gejala lain, baru kita putuskan langkah-langkah ke depan,” katanya.

Terkait kemungkinan penghentian operasional SPPG, keputusan tersebut berada di bawah kewenangan BGN. Sementara itu, Pemkab Bogor akan menjalankan langkah sesuai kewenangannya untuk melindungi masyarakat.

“Hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar, penyebab pasti dugaan keracunan yang dialami 103 siswa tersebut masih menunggu kepastian lebih lanjut,” tandasnya. = MON