Ini Penjelasan Trian Turangga, Terkait Jelang Peparda Jabar 2026

Oplus_131072

CIBINONG – Asisten Daerah Ekonomi dan Pembangunan (Asisten Ekbang) Setda Kabupaten Bogor, Trian Turangga, mengawali kunjungan dengan meninjau latihan cabang olahraga (cabor) menembak di Kompleks Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, kawasan Tegar Beriman, Cibinong.

Di lokasi tersebut, Trian melihat langsung proses latihan sekaligus mengecek kesiapan sarana dan prasarana yang digunakan atlet. Kelengkapan peralatan untuk latihan maupun pertandingan juga menjadi perhatian dalam monitoring tersebut.

Usai meninjau latihan menembak, Trian melanjutkan kunjungan ke lokasi latihan boccia di SOD, Pusdai. Ia kembali memantau proses latihan serta berinteraksi dengan atlet dan pelatih untuk mengetahui perkembangan persiapan menuju Peparda Jabar 2026.

Monitoring kemudian dilanjutkan ke Lapangan Tenis Kapten Muslihat, Pakansari, Cibinong. Di lokasi ini, Trian meninjau latihan dua cabor sekaligus, yakni anggar dan tenis.

Selain melihat proses latihan, Trian juga berdialog dengan para pelatih dan atlet terkait perkembangan pelatcab. Ia menanyakan berbagai kendala yang mungkin dihadapi selama menjalani program latihan, termasuk kebutuhan sarana maupun persiapan menuju pertandingan.

Menurut Trian, kunjungan tersebut merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi (monev) Satgas Pelatcab untuk melihat langsung kondisi atlet dan pelatih di lapangan.

“Tujuannya untuk melihat langsung kondisi riil di lapangan dan kendala-kendala atau hambatan yang dialami para atlet maupun pelatih selama menjalani pelatcab ini,” kata Trian.

Dari hasil kunjungan tersebut, Trian mengaku telah menyerap sejumlah masukan dari atlet maupun pelatih. Masukan tersebut nantinya akan disampaikan kepada pengurus NPCI dan Satgas Pelatcab untuk ditindaklanjuti.

“Tentunya masukan-masukan yang disampaikan teman-teman atlet dan pelatih akan kita sampaikan ke pengurus (NPCI) dan Satgas Pelatcab,” ujarnya.

Ia menegaskan, berbagai kendala yang ditemukan selama pelatcab perlu segera dicarikan solusi agar tidak mengganggu persiapan atlet saat tampil pada Peparda Jabar 2026.

Di sisi lain, Trian menyebut kegiatan monitoring tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan di Kabupaten Bogor berjalan secara merata, termasuk dalam bidang olahraga disabilitas.

“Termasuk olahraga disabilitas. Kami tidak ingin pembangunan itu hanya untuk satu bidang saja, kami ingin memastikan semua ikut terbangun atau dibangun,” terangnya.

Trian memastikan perhatian terhadap olahraga disabilitas akan terus dilakukan. Menurutnya, Kabupaten Bogor tetap memiliki komitmen untuk mendukung pengembangan olahraga meski pemerintah daerah harus melakukan efisiensi dan menentukan skala prioritas anggaran.

Keinginan Bupati Bogor Rudy Susmanto menjadikan Kabupaten Bogor sebagai episentrum olahraga, khususnya kawasan Pakansari, menurut Trian juga perlu didukung bersama. Namun, pelaksanaannya tetap harus disesuaikan dengan kemampuan dan prioritas anggaran daerah.

Karena itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah dan stakeholder untuk memiliki komitmen yang sama dalam membangun Kabupaten Bogor secara merata, termasuk melalui pengembangan olahraga disabilitas.

“Kabupaten Bogor itu masyarakatnya gila olahraga, tentu ini harus menjadi masukan bagi kami (Pemkab) untuk menjadikan daerah ini sebagai episentrum olahraga nasional,” pungkasnya. = MON